Makna Lagu Rindu Tebal Iwan Fals
Lagu yang diciptakan oleh Iwan Fals pada tahun 1984 memiliki makna yang amat mendalam. Awal mula terciptanya lagu berjudul Rindu Tebal terinspirasi dari tulisan salah satu majalah tentang kisah nyata seorang anak yang mencuri seekor kambing.
Lagu tersebut menceritakan tentang seorang pemuda yang mencuri seekor kambing milik tetangganya demi mempertahankan hidup keluarganya yang sedang dalam kondisi tidak berdaya. Namun hal tersebut segera diketahui oleh ayahnya sehingga pemuda tersebut diusir dari rumah demi kehormatan keluarganya. Sang ayah mempunyai prinsip, mencuri itu melanggar hukum, sehingga sang ayah harus menanggung malu merasa tak bisa mendidik anaknya, lalu sang bapak mengusir anaknya.
Setelah 1 windu (8 tahun) merantau ke kota, sang anak rindu akan susana di desanya, terutama rindu kepada keluargnya. Namun anak itu dilema, apakah dirinya masih diterima atau tidak oleh keluarganya.
Apakah anda pernah membayangkan betapa berat hidup si pemuda yang dikisahkan dalam lagu buatan Iwan Fals tersebut. Ia tahu kondisi keluarganya sedang lemah dan tidak berdaya, namun pekerjaan yang ia lakukan masih belum cukup untuk menunjang kehidupan kesehariannya. Dilema hati yang ia rasakan pasti sangat dalam sehingga muncul pikiran - pikiran liar dalam otaknya.
Berikut lirik lagu Rindu Tebal karya Iwan Fals :
Sewindu sudah lamanya waktu
Tinggalkan tanah kelahiranku
Rinduku tebal kasih yang kekal
Detik ke detik bertambah tebal
Pagi yang kutelusuri riuh tak bernyanyi
Malam yang aku jalani sepi tak berarti
Saat kereta mulai berjalan
Rinduku tebal tak tertahankan
Terlintas jelas dalam benakku
Makian bapak usirku kupergi
Hanya menangis yang emak bisa
Dengan terpaksa kutinggalkan desa
Seekor kambing kucuri
Milik tetangga tuk makan sekeluarga
Bapak tak mau mengerti
Hilang satu anak tuk harga diri
Aku pergi meninggalkan coreng hitam dimuka bapak
Yang membuat malu keluargaku
Ku ingin kembali mungkinkah mereka mau terima
Rinduku
Maafkan semua kesalahanku
Kursi kereta yang pasti tahu.

Komentar
Posting Komentar